Purwakarta, 16 Juli 2026 – Suasana Aula SMA Negeri 1 Purwakarta pada Kamis pagi itu begitu khidmat. Ratusan peserta didik baru berkumpul, siap menyerap ilmu berharga yang akan menjadi fondasi karakter mereka. Ini bukan sekadar orientasi biasa, melainkan sebuah momentum penting yang digagas oleh Babinsa Kelurahan Munjuljaya, Koramil 1908/Purwakarta, Kodim 0619/Purwakarta, Serka Sadiyo.
Dimulai sejak pukul 08.30 WIB, acara ini dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 1 Purwakarta, Wakasek Kesiswaan, pamong siswa, serta para siswa yang antusias. Serka Sadiyo dengan penuh semangat membagikan pemahaman mendalam mengenai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, sebuah bekal esensial bagi generasi penerus bangsa.
Dalam paparannya, Serka Sadiyo mengupas tuntas esensi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Ia tak lupa mengingatkan kembali empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan kokoh: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keterikatan pada nilai-nilai ini, baginya, adalah kunci utama persatuan.
Perjalanan sejarah bangsa pun turut dihidupkan. Mulai dari tonggak sejarah Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, hingga proses perumusan dasar negara, semua dipaparkan agar para siswa merasakan denyut perjuangan para pahlawan. Tak hanya itu, pemahaman mengenai identitas nasional juga ditekankan, termasuk pentingnya penghormatan terhadap Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, Lambang Negara Garuda Pancasila, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ini adalah pengingat bahwa identitas kita adalah aset berharga yang harus dijaga.
Sesi bela negara menjadi puncak materi, di mana Serka Sadiyo menjelaskan makna mendalam dari tekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara dalam mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dari segala ancaman. Lima nilai dasar bela negara yang disampaikan adalah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan pada Pancasila, kerelaan berkorban, serta kesiapan fisik, mental, emosional, dan spiritual.
Suasana interaktif mewarnai sesi ini, membuat para peserta didik baru larut dalam materi. Mereka menyerap setiap poin dengan penuh perhatian, seolah menyadari betapa pentingnya bekal ini untuk membentuk karakter disiplin, nasionalis, dan cinta tanah air sejak dini. Pengalaman ini, saya yakin, akan membekas dan menjadi panduan mereka di masa depan.

Sadiyo